Tiba-tiba Muncul! Misteri Hilangnya Alkes di RSUD Ryacudu, Apakah Ada Permainan?
Furkon Ari
Lampung Utara
RILISID, Lampung Utara — Misteri hilangnya alat kesehatan (Alkes) Radiologi X-Polymobile Plus milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), belum juga menemukan titik terang.
Meski peralatan vital senilai ratusan juta rupiah itu telah kembali, publik sulit menerima begitu saja narasi bahwa alat tersebut “hilang lalu ditemukan”.
Pelaksana tugas (Plt) Inspektur Kabupaten Lampura Tomy Suciadi memastikan, pihaknya kini fokus memproses dugaan pelanggaran disiplin oleh oknum pegawai berinisial TS yang disebut-sebut terlibat dalam penghilangan alkes tersebut.
"Kami sudah membentuk tim gabungan dari Inspektorat, Dinas Kesehatan, dan BKPSDM dan saat ini pemeriksaan masih berlangsung. Sanksinya akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran, mulai dari penundaan kenaikan pangkat, penurunan jabatan, hingga pemecatan ASN," tegas Tomy, Rabu (27/8/2025).
Namun, ia menegaskan, bahwa Inspektorat hanya bergerak pada ranah disiplin ASN.
"Jika ada indikasi lain, termasuk unsur pidana, itu menjadi kewenangan aparat penegak hukum," tambahnya.
Sementara itu, humas Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Lampura Adi Rasyid, menilai ada kejanggalan besar dalam kasus ini.
"Bagaimana mungkin alat yang dinyatakan hilang selama berbulan-bulan, dan dicari kemana-mana tidak ketemu, tapi tiba-tiba bisa kembali. Dugaan kami, alkes itu tidak pernah benar-benar hilang, melainkan disewakan atau dipinjamkan ke pihak lain," ujar Adi Rasyid.
Kecurigaan tersebut diperkuat oleh pernyataan seorang sales marketing alkes yang tidak mau disebutkan namanya.
Ia menyebut praktik penyewaan alat medis, termasuk radiologi, sudah lama terjadi di sejumlah RS.
Inspekrorat Lampung Utara
Alkes
GMPK
RSUD Ryacudu Kotabumi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
